When The Sun Goes Down
litlle bit share about us
Kamis, Juni 02, 2011
Management Iri
Maha Adil
Senin, Agustus 30, 2010
“Muslimin Namanya”
Muslimin begitu dia dipanggil, umurnya kira kira 40 tahunan, perawakannya kurus, cenderung pendek, kulitnya hitam legam dan berkumis, kendaraannya sepeda kumbang tua dan Kopi minuman kesukaannya dia adalah seorang satpam sekaligus OB yang bekerja di kantor pemerintah di Sumatera Selatan dan mempunyai seorang istri serta dua orang anak, menurut ceritanya dia berasal dari Lampung dan dulunya bekerja sebagai buruh cukong kayu yang kebanyakan waktunya di habiskan di hutan dan kemudian nasib berkata lain atas usahanya untuk merubah nasib akhirnya dia bisa mendapat pekerjaan sebagai satpam dengan ijazah SD'nya.
Ini adalah sebagian cerita yang saya amati sendiri dari beliau
Muslimin adalah orang yang sangat tepat waktu, baginya waktu sangat berharga sebagai gambaran dia tidak akan pulang sebelum jam pergantian shifnya selesai dan diapun selalu datang tepat waktu dikala jatuh giliran dia berjaga baik waktu malam maupun pagi, disaat koleganya yang lain "meluangkan waktu" dengan main kartu ( kadang pake taruhan ) dia tidak tergoda malahan dia dengan tekunnya mengumpulkan kertas dan karton bekas dia ambil dari tempat sampah yang ada dimasing masing ruangan untuk dijual menambah penghasilan untuk mencukupi kebutuhan rumahtangganya, banyak pegawai yang senang bila menyuruhnya selain karena cekatan dia juga terkenal jujur, bila disuruh beli sesuatu dan ada kembalian pasti dikembalikan dia berapapun itu, dia juga selalu menyimpan barang-barang milik pegawai yang kadang ketinggalan di kantor seperti yang pernah saya alami waktu ketinggalan dompet dan dialah yang menyimpan dan mengembalikannya, yang membedakanya dengan satpam lain adalah dia juga termasuk orang yang ulet dan dan tak pernah menyerah dan hasilnya pun sudah kelihatan, anak – anak dapat sekolah dan rumah pun sudah berdiri dua lantai walau ukurannya kecil (kata dia sih ikut bangun sendiri mulai dari pondasi).
Tanggung jawab juga salah satu sifat beliau, pernah waktu itu dia diamanahi oleh kasubag untuk membawa motor Suzuki A-100 untuk memudahkan aktifitasnya mengantar surat, wujud tanggung jawabnya antara lain selalu menjaga motor dengan baik dan memastikan semua fungsinya berjalan normal (kadang harus merogoh kocek sendiri untuk mewujudkannya), pernah suatu karena sesuatu hal dia ditabrak oleh seseorang dan merusak motornya, karena merasa tanggung jawab dia rela memakai gajinya untuk memperbaiki motor tersebut dengan sedikit modifikasi dan cenderung kreatif (blok kanan motornya saya lihat ditutupnya pake panci untuk mengganti tutupnya yang pecah karena tidak ada yang jualan sparepart bagian ini)
Yang membuat saya terkesan secara pribadi adalah Pernah waktu itu bulan Romadhon kira kira 4 tahun yang lalu, seperti biasa saya dan teman – teman seperjuangan mengadakan acara mabit ( atau bermalam/atau pindah tidur ) di mushola kantor, jadwalnya mulai dari isya sampai dengan subuh, dan kami sehabis tarawih, tadarus biasanya langsung tidur kurang lebih jam 10, ntah kenapa waktu itu saya sendirian terbangun tengah malam dan sayup sayup terdengar orang mengaji karena penasaran kemudian saya cari dimana sumber suaranya, ternyata berasal dari gudang, suara lantang itu membuatku penasaran untuk mengintip dan kulihat adalah Pak Muslimin dengan Alqurannya yang telah lusuh, masyaAllah, bacaan tajwidnya lebih sempurna dibandingkan denganku,
Muslimin, ternyata namanya mencerminkan kepribadian dia disamping selalu kerja keras untuk dunia dia juga berusaha mengimbanginya dengan beribadah tanpa ada niatan Riya sedikitpun, subhanAllah…
Apa Kelebihan muslimin? Penilaian Subjektifnya adalah bahwa ternyata saya banyak belajar dari beliau tentang arti kejujuran, kerja keras, pantang menyerah dan tak lupa akan kekuasaan Allah SWT, kejarlah Duniamu dan kejarlah juga Akhiratmu.
Rabu, Agustus 11, 2010
Ramadhan 1431
Tanggal 11 Agustus 2010 bertepatan dengan tangal 1 Ramadhan 1431 H merupakan saatnya untuk umat muslim yang beriman diwajibkan untuk berpuasa, bulan Ramadhan kali ini merupakan pengalaman pertama kaliku sebagai seorang suami, teringat bagaimana waktu dulu masih bujangan, saat hari pertama berpuasa memerlukan kerja extra, misalnya harus cari makan sahur dalam kondisi yang masih ngantuk (apesnya kalo telat bangun dan subuh dah menjelang akhirnya sahur air mineral saja), mencari menu Buka puasa yang kadangkala sampai lewat maghribpun belum diputuskan mau berbuka apa (bukan tidak ada yang dibeli, tetapi pengen semua dibeli jadi pikiran) dan sekarang kondisi seperti itu tidak lagi kualami, Saat sahur tiba pun tiba tiba ada yang bangunin tuk makan Sahur, menunya pun sudah tersaji di depan mata apalagi saat menjelang buka puasa habis ashar pun dah mulai tercium masakan istri dihidungku, Alhamdulillah inikah nikmat dari Nikah..
Hal lain yang membuatku lebih bersemangat adalah saat mau sholat tarawih atau saat mau tadarusan, baju dan perlengkpan sholat udah siap walau santap makanku pun belum selesai, aplagi saat tadarusan ternyata rasanya berbeda bila kita tadarusan berbarengan dengan istri (jd gmn gitu, rasakan sendiri kalau deh tidak percaya J)
Tapi dari beberapa pengalaman (yang bagiku) menakjubkan itu ada hal yang akan hilang di Ramadhan kali ini, karena hampir pasti kalau kami orang rantauan tidak akan pulang kampung menemui Orangtua dan Saudara karena kondisi isteri sedang tidak memungkinkan
Marhaban ya Ramadhan, semoga Ramadhan kali ini amal perbuatan kami bisa diterima oleh Allah SWT
Senin, Agustus 09, 2010
“Benci tapi Rindu”
Hampir satu tahun sudah tidak lagi berkecimpung dengan pekerjaan, berkas yang selalu menumpuk dimejaku, suara kepala seksi yang setiap saat menegurku, panggilan kepala kantor yang kadang memarahiku ,lembur yang kadang tidak mengenal waktu, seperangkat kompi dan monitor yang kupelototin tiap waktu yah.. itulah situasi yang dulu pernah sangat aku benci
Tapi entah kenapa aku sekarang sangat merindukannya, pengen rasanya untuk kembali berpusing pusing ria memecahkan persoalan didalam berkas tersebut, terkesan indahnya saat harus Dinas Lapangan, betapa menguras tenaga dan pikiran tapi sangat memuaskan dengan hasil yang dicapai, kangen rasanya memiliki perasaan dimana merasa jadi pemenang dan jawara saat Tugas yang diberikan selesai tepat waktu dan sasaran, kangen rasanya walaupun capek tenaga dan pikiran tetapi betapa bahagianya saat pulang menuju rumah jika tugas sudah selesai dilaksanakan.
Banyak pengalaman dan hal baru yang bisa diambil dari pekerjaan ku, sungguh sunguh aku merindukan saat saat yang kubenci itu.
Sabtu, Juli 31, 2010
Pelayanan Prima
Hari ini sabtu tanggal 31 July 2010 merupakan hari "wajib"nya bagi istri untuk konsul memeriksakan kandungannya yang udah mulai memasuki minggu ke 34 ,setelah sarapan Kami berangkat dari rumah sekitar jam 7.30 dengan mengendarai sepeda motor menuju tempat pertama yaitu Puskesmas Jurang Mangu untuk meminta rujukan, sesampainya disana pukul 08.00 sempat shock juga karena sudah banyak banget pasien yang menunggu setelah ambil nomor dapatlah nomor 13 (sudah terbesit dalam batin bakalan berjam jam neh aplg pake askes ) tapi ternyata di Puskes Jurang Mangu lumayan cepat juga pelayanan untuk pasiennya terutama di poli umum disana menurut pengamatan saya ada 3 (tiga) dokter jaga sehingga mempercepat pelayan pasien dari nomer 1 sampai dengan nomer saya (13) tidak sampai satu jam kami menunggu sangat memuaskan karena juga tanpa biaya (kecuali parker he he).
Setelah semua urusan di puskes beres jam 08.45, lanjut Kami berangkat ke RS Rujukan yaitu RS Sari Asih Ciledug dari tempat Kami (Pondok Betung) sampai ke RS Sari Asih memerlukan waktu tempuh kurang lebih 30 menit, Kami sampai di tempat jam 09.30 dan lagi lagi udah ramai banget pasien mengantri tetapi karena istri saya udah telepon sehari sebelumnya untuk mengambil nomor antrian dapatnya nomor antrian 12
Kami bagi tugas saya mengurus rujukan dan istri melapor ke loket pendaftaran, saat mengurus Rujukan Askes di bagian Askes Kami mendapatkan informasi dari petugas Askes bahwasanya bila sudah memasuki bulan ketujuh masa kehamilan tidak diperlukan lagi untuk membawa rujukan dari puskes, langsung saja ke loket membawa rujukan bulan sebelumnya dan langsung akan diproses begitu juga nanti saat masa melahirkan tiba.
Rujukan Askes dan Pendaftaran udah selesai tidak menunggu lama giliran kami konsul ke Dr SPog, Alhamdulillah Bayi kami pertumbuhanya normal didalam janin dan kata Dr mulai sekarang 2 minggu sekali harus konsul rutin untuk mengetahui kondisi janin, istri pun meminta hasil dari USG Dr berupa print out untuk dokumentasi Kami
Dan dari sinilah kejadian unik terjadi, setelah konsul selesai kira kira pukul 10.00 kami diberikan lembaran resep untuk ditebus di apotek, saya dapat nomor antrian 28 dan tidak menunggu lama giliran saya untuk mengambil obat, petugasnya bilang kalo semua obat sudah di cover oleh PT.Askes tinggal Jasa Dr dan USG saja yang ditebus ke Kasir, karena tidak membawa uang cash saya ke ATM untuk mengambil uang (tgl 31 neh Cekak pastinya he he) saya ambil 100.000 karena periksa sebelumnya biaya hanya sekitar 50.000 an, sesampainya dikasir saya sedikit kaget karena waktu ditagih biaya USG dan Jasa Dr total 200an ribu (wah g cukup neh uang didompet) terpakasa keluarkan kartu debit ( pdhal disiapkan untuk persalinan ntar T_T) saya dikasih kwitansi dengan rincian biaya Jasa Dr plus USG dengan Film + Print sebagai orang awam yang lum paham istilah istilah kedokteran ya saya terima aja kwitansi dengan berat hati.
Sambil menunggu Obat, saya lama berfikir masak iya semahal ini perasaan tadi hasil USG di print hanya pada selembar kertas film ukuran amplop, dan benar saja pasien sebelah saya dengan hasil USG lebih besar koq biayanya sama?, kemudian saya tanyakan kembali ke kasir ap iya benar seprti itu biayanya?
Oleh petugas kasir coba di cek ke bagian lainnya dan benar saja bahwa ternyata salah harusnya biaya di dalam Kwitansi adalah Jasa De dan USG TANPA film + Print atas kesalahan ini di kembalikanlah kelebihan pembayaran saya tadi tanpa perlu berlama lama konfirmasi sana sini yang buat saya salut walaupun dalam keadaan ramai pasien ternyata keluhan saya juga ditanggapi dengan sepenuh hati dan tanpa membuang waktu (jam 10.45 semua sudah beres) semoga Pelayanan "Prima" seperti ini bisa dialami oleh siapa saja dan kapan saja dimanapun instansi dan Kantor pelayanan Publik di Republik Indonesia ini.
Just Sharing..
Minggu, Juli 25, 2010
Sunday Morning at Place we called "home"
Segelas air teh tubruk mengawali hariku ditemani dengan singkong parut isi gula merah alias cotot yang semuanya adalah buatan tangan istri terasa nikmat dan mengenyangkan sejenak melupakan aktifitas yang menyita waktu dan pikiran dengan sangat.
iyah inilah saatnya, setelah melewati hari yang penat dari senin sampai dengan jumat yang dipenuhi dengan rutinitas kini saatnya untuk memanjakan diri
Kegiatan ku yang lain adalah Nemenin Istri ( nonton T sambil minum teh n makan cemilan plus sesekali nyicipin masakan ) memasak adalah kegiatan yang selalu aq lakukan setiap hari minggu dirumah ini (kontrakan red) entah mengapa aq selalu betah menjalaninya, dirumah yang hanya berukuran 5 x 5 ini kami selalu menghabiskan weekend bersama sama.
mulai bangun tidur, makan , nonton, diskusi ( ngobrol), sholat, melamun, bercanda selalu kita lakukan bersama sama di setiap ahad pagi di rumah ini.
i loved it
makasih istiku yang telah membuat hari minggu ku selalu Indah