When The Sun Goes Down

Senin, Agustus 30, 2010

“Muslimin Namanya”

Muslimin begitu dia dipanggil, umurnya kira kira 40 tahunan, perawakannya kurus, cenderung pendek, kulitnya hitam legam dan berkumis, kendaraannya sepeda kumbang tua dan Kopi minuman kesukaannya dia adalah seorang satpam sekaligus OB yang bekerja di kantor pemerintah di Sumatera Selatan dan mempunyai seorang istri serta dua orang anak, menurut ceritanya dia berasal dari Lampung dan dulunya bekerja sebagai buruh cukong kayu yang kebanyakan waktunya di habiskan di hutan dan kemudian nasib berkata lain atas usahanya untuk merubah nasib akhirnya dia bisa mendapat pekerjaan sebagai satpam dengan ijazah SD'nya.

Ini adalah sebagian cerita yang saya amati sendiri dari beliau

Muslimin adalah orang yang sangat tepat waktu, baginya waktu sangat berharga sebagai gambaran dia tidak akan pulang sebelum jam pergantian shifnya selesai dan diapun selalu datang tepat waktu dikala jatuh giliran dia berjaga baik waktu malam maupun pagi, disaat koleganya yang lain "meluangkan waktu" dengan main kartu ( kadang pake taruhan ) dia tidak tergoda malahan dia dengan tekunnya mengumpulkan kertas dan karton bekas dia ambil dari tempat sampah yang ada dimasing masing ruangan untuk dijual menambah penghasilan untuk mencukupi kebutuhan rumahtangganya, banyak pegawai yang senang bila menyuruhnya selain karena cekatan dia juga terkenal jujur, bila disuruh beli sesuatu dan ada kembalian pasti dikembalikan dia berapapun itu, dia juga selalu menyimpan barang-barang milik pegawai yang kadang ketinggalan di kantor seperti yang pernah saya alami waktu ketinggalan dompet dan dialah yang menyimpan dan mengembalikannya, yang membedakanya dengan satpam lain adalah dia juga termasuk orang yang ulet dan dan tak pernah menyerah dan hasilnya pun sudah kelihatan, anak – anak dapat sekolah dan rumah pun sudah berdiri dua lantai walau ukurannya kecil (kata dia sih ikut bangun sendiri mulai dari pondasi).

Tanggung jawab juga salah satu sifat beliau, pernah waktu itu dia diamanahi oleh kasubag untuk membawa motor Suzuki A-100 untuk memudahkan aktifitasnya mengantar surat, wujud tanggung jawabnya antara lain selalu menjaga motor dengan baik dan memastikan semua fungsinya berjalan normal (kadang harus merogoh kocek sendiri untuk mewujudkannya), pernah suatu karena sesuatu hal dia ditabrak oleh seseorang dan merusak motornya, karena merasa tanggung jawab dia rela memakai gajinya untuk memperbaiki motor tersebut dengan sedikit modifikasi dan cenderung kreatif (blok kanan motornya saya lihat ditutupnya pake panci untuk mengganti tutupnya yang pecah karena tidak ada yang jualan sparepart bagian ini)

Yang membuat saya terkesan secara pribadi adalah Pernah waktu itu bulan Romadhon kira kira 4 tahun yang lalu, seperti biasa saya dan teman – teman seperjuangan mengadakan acara mabit ( atau bermalam/atau pindah tidur ) di mushola kantor, jadwalnya mulai dari isya sampai dengan subuh, dan kami sehabis tarawih, tadarus biasanya langsung tidur kurang lebih jam 10, ntah kenapa waktu itu saya sendirian terbangun tengah malam dan sayup sayup terdengar orang mengaji karena penasaran kemudian saya cari dimana sumber suaranya, ternyata berasal dari gudang, suara lantang itu membuatku penasaran untuk mengintip dan kulihat adalah Pak Muslimin dengan Alqurannya yang telah lusuh, masyaAllah, bacaan tajwidnya lebih sempurna dibandingkan denganku,

Muslimin, ternyata namanya mencerminkan kepribadian dia disamping selalu kerja keras untuk dunia dia juga berusaha mengimbanginya dengan beribadah tanpa ada niatan Riya sedikitpun, subhanAllah…

Apa Kelebihan muslimin? Penilaian Subjektifnya adalah bahwa ternyata saya banyak belajar dari beliau tentang arti kejujuran, kerja keras, pantang menyerah dan tak lupa akan kekuasaan Allah SWT, kejarlah Duniamu dan kejarlah juga Akhiratmu.

Rabu, Agustus 11, 2010

Ramadhan 1431

Tanggal 11 Agustus 2010 bertepatan dengan tangal 1 Ramadhan 1431 H merupakan saatnya untuk umat muslim yang beriman diwajibkan untuk berpuasa, bulan Ramadhan kali ini merupakan pengalaman pertama kaliku sebagai seorang suami, teringat bagaimana waktu dulu masih bujangan, saat hari pertama berpuasa memerlukan kerja extra, misalnya harus cari makan sahur dalam kondisi yang masih ngantuk (apesnya kalo telat bangun dan subuh dah menjelang akhirnya sahur air mineral saja), mencari menu Buka puasa yang kadangkala sampai lewat maghribpun belum diputuskan mau berbuka apa (bukan tidak ada yang dibeli, tetapi pengen semua dibeli jadi pikiran) dan sekarang kondisi seperti itu tidak lagi kualami, Saat sahur tiba pun tiba tiba ada yang bangunin tuk makan Sahur, menunya pun sudah tersaji di depan mata apalagi saat menjelang buka puasa habis ashar pun dah mulai tercium masakan istri dihidungku, Alhamdulillah inikah nikmat dari Nikah..

Hal lain yang membuatku lebih bersemangat adalah saat mau sholat tarawih atau saat mau tadarusan, baju dan perlengkpan sholat udah siap walau santap makanku pun belum selesai, aplagi saat tadarusan ternyata rasanya berbeda bila kita tadarusan berbarengan dengan istri (jd gmn gitu, rasakan sendiri kalau deh tidak percaya J)

Tapi dari beberapa pengalaman (yang bagiku) menakjubkan itu ada hal yang akan hilang di Ramadhan kali ini, karena hampir pasti kalau kami orang rantauan tidak akan pulang kampung menemui Orangtua dan Saudara karena kondisi isteri sedang tidak memungkinkan

Marhaban ya Ramadhan, semoga Ramadhan kali ini amal perbuatan kami bisa diterima oleh Allah SWT

Senin, Agustus 09, 2010

“Benci tapi Rindu”

Hampir satu tahun sudah tidak lagi berkecimpung dengan pekerjaan, berkas yang selalu menumpuk dimejaku, suara kepala seksi yang setiap saat menegurku, panggilan kepala kantor yang kadang memarahiku ,lembur yang kadang tidak mengenal waktu, seperangkat kompi dan monitor yang kupelototin tiap waktu yah.. itulah situasi yang dulu pernah sangat aku benci

Tapi entah kenapa aku sekarang sangat merindukannya, pengen rasanya untuk kembali berpusing pusing ria memecahkan persoalan didalam berkas tersebut, terkesan indahnya saat harus Dinas Lapangan, betapa menguras tenaga dan pikiran tapi sangat memuaskan dengan hasil yang dicapai, kangen rasanya memiliki perasaan dimana merasa jadi pemenang dan jawara saat Tugas yang diberikan selesai tepat waktu dan sasaran, kangen rasanya walaupun capek tenaga dan pikiran tetapi betapa bahagianya saat pulang menuju rumah jika tugas sudah selesai dilaksanakan.

Banyak pengalaman dan hal baru yang bisa diambil dari pekerjaan ku, sungguh sunguh aku merindukan saat saat yang kubenci itu.