“Muslimin Namanya”
Muslimin begitu dia dipanggil, umurnya kira kira 40 tahunan, perawakannya kurus, cenderung pendek, kulitnya hitam legam dan berkumis, kendaraannya sepeda kumbang tua dan Kopi minuman kesukaannya dia adalah seorang satpam sekaligus OB yang bekerja di kantor pemerintah di Sumatera Selatan dan mempunyai seorang istri serta dua orang anak, menurut ceritanya dia berasal dari Lampung dan dulunya bekerja sebagai buruh cukong kayu yang kebanyakan waktunya di habiskan di hutan dan kemudian nasib berkata lain atas usahanya untuk merubah nasib akhirnya dia bisa mendapat pekerjaan sebagai satpam dengan ijazah SD'nya.
Ini adalah sebagian cerita yang saya amati sendiri dari beliau
Muslimin adalah orang yang sangat tepat waktu, baginya waktu sangat berharga sebagai gambaran dia tidak akan pulang sebelum jam pergantian shifnya selesai dan diapun selalu datang tepat waktu dikala jatuh giliran dia berjaga baik waktu malam maupun pagi, disaat koleganya yang lain "meluangkan waktu" dengan main kartu ( kadang pake taruhan ) dia tidak tergoda malahan dia dengan tekunnya mengumpulkan kertas dan karton bekas dia ambil dari tempat sampah yang ada dimasing masing ruangan untuk dijual menambah penghasilan untuk mencukupi kebutuhan rumahtangganya, banyak pegawai yang senang bila menyuruhnya selain karena cekatan dia juga terkenal jujur, bila disuruh beli sesuatu dan ada kembalian pasti dikembalikan dia berapapun itu, dia juga selalu menyimpan barang-barang milik pegawai yang kadang ketinggalan di kantor seperti yang pernah saya alami waktu ketinggalan dompet dan dialah yang menyimpan dan mengembalikannya, yang membedakanya dengan satpam lain adalah dia juga termasuk orang yang ulet dan dan tak pernah menyerah dan hasilnya pun sudah kelihatan, anak – anak dapat sekolah dan rumah pun sudah berdiri dua lantai walau ukurannya kecil (kata dia sih ikut bangun sendiri mulai dari pondasi).
Tanggung jawab juga salah satu sifat beliau, pernah waktu itu dia diamanahi oleh kasubag untuk membawa motor Suzuki A-100 untuk memudahkan aktifitasnya mengantar surat, wujud tanggung jawabnya antara lain selalu menjaga motor dengan baik dan memastikan semua fungsinya berjalan normal (kadang harus merogoh kocek sendiri untuk mewujudkannya), pernah suatu karena sesuatu hal dia ditabrak oleh seseorang dan merusak motornya, karena merasa tanggung jawab dia rela memakai gajinya untuk memperbaiki motor tersebut dengan sedikit modifikasi dan cenderung kreatif (blok kanan motornya saya lihat ditutupnya pake panci untuk mengganti tutupnya yang pecah karena tidak ada yang jualan sparepart bagian ini)
Yang membuat saya terkesan secara pribadi adalah Pernah waktu itu bulan Romadhon kira kira 4 tahun yang lalu, seperti biasa saya dan teman – teman seperjuangan mengadakan acara mabit ( atau bermalam/atau pindah tidur ) di mushola kantor, jadwalnya mulai dari isya sampai dengan subuh, dan kami sehabis tarawih, tadarus biasanya langsung tidur kurang lebih jam 10, ntah kenapa waktu itu saya sendirian terbangun tengah malam dan sayup sayup terdengar orang mengaji karena penasaran kemudian saya cari dimana sumber suaranya, ternyata berasal dari gudang, suara lantang itu membuatku penasaran untuk mengintip dan kulihat adalah Pak Muslimin dengan Alqurannya yang telah lusuh, masyaAllah, bacaan tajwidnya lebih sempurna dibandingkan denganku,
Muslimin, ternyata namanya mencerminkan kepribadian dia disamping selalu kerja keras untuk dunia dia juga berusaha mengimbanginya dengan beribadah tanpa ada niatan Riya sedikitpun, subhanAllah…
Apa Kelebihan muslimin? Penilaian Subjektifnya adalah bahwa ternyata saya banyak belajar dari beliau tentang arti kejujuran, kerja keras, pantang menyerah dan tak lupa akan kekuasaan Allah SWT, kejarlah Duniamu dan kejarlah juga Akhiratmu.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda